My Boy Sunatan Massal


Sebulan yg lalu tepatnya tanggal 24 Desember, saya menyertakan my boy sunatan massal, usianya sudah 8 tahun dan anakny sudah meminta Sunat walaupun hatinya masih maju mundur, sebulan sebelumnya saya mulai mencicil sembako untuk selamatan dan bahan bahan makanan lainnya untuk membuat kue kue sebagai isian snack box , tapi beberapa hari sebelumnya kepikir juga untuk membuat nasi kuning untuk hantaran ke keluarga dan tetangga.

Kenapa sunatan Massal? Simple aja buat saya yg seorang single parent, lebih ekonomis :)😊

Selain itu ada kesan tersendiri ikut sunatan Massal, Ada keseruan & pengalaman yg gk didapat bila Sunat langsung di dokter praktek atau tempat Sunat pada umumnya.

Malamnya saya gk bisa tidur, memikirkan proses sunatan ,cemas anaknya gagal Sunat Karna takut atau apalah. 

My boy juga terlihat stress dia slalu mengeluh pusing, sarapan juga sedikit , dan itu membuat saya makin cemas.

Saat pendaftaran di awal desember saya di beri info , untuk datang jam 6 di hari H nya , begitu datang langsung daftar ulang.

Nah kemarin si jiddah bilang dia gk ikut menemani, tapi di hari H dia memutuskan untuk ikut, jadilah kita agak telat datang ke lokasi , jam 6:10 kita baru sampai, saya pikir gak telat telat amat , tapiii.. Sudah ramai dan begitu mendaftar ulang dapat nomor 82 😁

Setelah mendaftar ulang , peserta dikasih bingkisan yg isinya Tas sekolah, baju koko ,sarung ,peci dan celana dalam Sunat yg Ada batoknya itu , juga 2 buah snack box untuk yg mendampingi dan snack untuk anak .

Snack nya gk asal loh , isiannya muffin ,risol ayam dan arem2, untuk snack anak ada susu uht , biskuit, kacang sukro dan wafer.

Setelah mendapat bingkisan peserta diminta mengganti pakaian dengan baju koko dan sarung yg ada dalam bingkisan , setelah itu tiap peserta diminta untuk photo box 

Setelah photo box smua peserta dan orang tua masuk ke dalam masjid , anak anak didepan dan orang tua dibagian belakang , acara dimulai dengan sambutan dari para panitia dan penanggung jawab, penjelasan dari Tim medis juga acara dari kakak kakak pengajar di TPA masjid sambil menunggu pendongeng datang. 

Peserta sunatan Massal ada yg usia 2,5tahun loh ,masya Allah sudah berani.

Anak anak mulai dipanggil mulai antrian 1-12 dan begitu seterusnya, saat kloter pertama masuk ruang Sunat saya ke toilet dan melewati ruangan bilik bilik Sunat ,dan tangisan dari bilik membuat saya sakit perut, begitu kembali dari toilet kloter kedua disebutkan ,sementara menunggu antrian masuk bilik Sunat mereka menunggu diruang transit sambil menonton film ,sementara yg belum dipanggil tetap didalam masjid mengikuti kuis yg diberikan kakak kakak panitia juga menonton film tentang rasulullah yang diputar di layar , hingga datanglah kak dimas sang pendongeng, anak anak mulai relax mendengar dongeng ,ketegangan juga berkurang , kak dimas bilang adek adek pada deg degan ya?sakit perut?atau pusing?

Waaahh pas denger begitu saya langsung ingat my boy mengeluh pusing pagi hari nya , kok tau ya kakak ini .. 😄 iyalah kan pernah disunat juga ya.

Nah kak dimas juga menyematkan kuis , gk disangka my boy berani menjawab kuis , masya Allah lega rasanya saya melihatnya artinya dia pun mulai relax, Karna berhasil menjawab kuis mendapatkan bingkisan yg setelah dibuka isinya biskuit 😄

Setelah beberapa lama saya mulai ingin ketoilet, melewati bilik sudah jarang terdengar tangisan seperti kloter pertama ,setelah saya ketoilet my boy juga minta ke toilet ,saat di toilet nomor antriannya disebutkan dan diminta keruang transit untuk diabsen ulang ,petugas akan memanggil nama peserta dan menentukan nomor bilik tempat sunatnya.

Memasuki bilik nomor 11 , dokter meminta pasien naik ke matras tapi my boy urung dia takut dan bilang gak jadi .. Hadeeh pusing saya 😯

Tapi panitia membantu saya menggendongkan my boy dan menidurkan di matras , saya memengang tangannya dibantu adek bungsu , mengingatkan untuk berzikir dan tenang , sedikit menangis saat disuntik tapi setelahnya dia relax ,kata dokter my boy fimosis seharusnya sudah dari bayi disunat saya sebenarnya pun curiga begitu tapi kondisi saat itu tidak memungkinkan.

Selesai disunat , saya diarahkan mengambil obat didalam paket obat ada petunjuk pasca sunat , obat obatan yg diberikan berupa :

  • Salep antibiotik ,kalmicetine 
  • Antibiotik oral
  • Anti alergi ,Alleron 
  • Satu lagi saya lupa ,klo gk salah mefenamic acid 

Setelah mengambil obat saya diarahkan ke meja sebelahnya saya dikasih ,nasi box dan nasi kuning untuk si anak , setelahnya diarahkan ke meja terakhir dan ternyata di beri ampao , setelah dibuka isinya 200rb , masya Allah ,barakallah dan banyak terima kasih buat para donatur juga para panitia acaranya.

So jangan takut untuk ikutan Sunat Massal ya, walaupun Massal tapi aman ,dihandle oleh paramedis juga sama aja dengan di Klinik kok, dan kemarin dengan metode cauter sunatnya.

Advertisements

Puding Puyo ala Unda

Membuat pudding ini untuk keperluan  my boy yang mendapat tugas berjualan disekolah untuk program market day

Karna kemarin my boy sakit dan emaknya sibuk ngurusin, akhirnya terpikir untuk membuat puding ini karna bahan – bahan yang ada dirumah suitable untuk membuat puding.

Bahan – bahan :

·         1 Bungkus nutrijell bubuk rasa lecy

·         5 SDM gula pasir

·         1 kaleng susu kental manis ( kemarin saya pakai kremer yang labelnya biru )

·         Sedikit garam

·         3 SDM tepung maizena

·         3 tetes pewarna biru dan merah

·         4 kaleng air ( kaleng susu kental )

·         1 kaleng air ( untuk mengencerkan maizena )


Cara :

·         Tuang gula dan susu kental kedalam panic, masukkan 2 kaleng air aduk rata

·         Encerkan bubuk jelly dengan sebagian air lalu masukkan ke gula dan susu, tambahkan lagi sisa airnya ( 1,5 kaleng )

·         Jerang diatas api kecil sambil terus diaduk – aduk

·         Encerkan maizena dengan 1 kaleng air , masukkan ke adonan pudding

·         Masukkan sedikit garam, aduk lagi

·         Bagi 2 adonan, sisihkan adonan yg dipisahkan di panci terpisah

·         Masukkan 3 tetes pewarna biru pada adonan yg sedang dijerang

·         Aduk sampai meletup, matikan api

·         Tuang adonan ke dalam cup cukup setengahnya saja , masukkan k e dalam kulkas hingga agak keras

·         Jerang sisa adonan pudding masukkan 3 tetes pewarna merah, aduk hingga rata warnanya , aduk – aduk hingga meletup , matikan api

·         Tuang adonan pink ke atas adonan biru yang sudah mengeras

·         Masukkan lagi kedalam kulkas.

·         Berhubung stok cup tinggal 10 dirumah, jadi hanya 10 saja yang dimasukkan cup, sisanya di tuang ke cetakan plastic.

 

Rasanya gak kalah kok dengan yang dijual di mall, bahkan lebih hemat dan lebih sehat bila membuat sendiri.

Martabak Pandan keju ( Teflon )

Nah my boy suka banget sama martabak Ini, klo beli terus ya terkuras dong kantong undanya..😝

Dicobalah buat ,ternyata mudah dan enak juga , cuss coba yuk resepnya ..

Bahan :

10 Sdm Tepung terigu

3 Sdm Gula pasir

½ sdt Baking Powder

½ sdt Ragi Instan

½ sdt garam

1 Butir telur ayam

180 ml air / susu cair

½ sdt Pasta pandan

 

Pelengkap :

Gula pasir , mentega/ margarine, susu kental manis , keju parut

 

How to :

1.       Campur tepung, gula, baking powder, dan ragi aduk rata masukkan air aduk hingga halus lalu masukkan telur aduk rata , diamkan minimal 30 menit.

2.       Setelah 30 menit masukkan garam dan pasta aduk rata

3.       Panaskan Teflon masukkan adonan tutup , tunggu hingga berlubang taburi gula pasir tutup lagi hingga matang

4.       Angkat olesi mentega yang banyak, belah dua rapatkan.

5.       Taburi keju parut dan susu kental manis lalu tumpuk, potong sesuai selera.

Tapi kemarin sempet complain juga dia, katanya martabaknya kebesaran dia jadi susah menggigitnya Karna mulutnya mungil 😄 request dibuatkan yg kecil2 aja agar mudah dimakannya 🙂

Rainbow cake kukus

Ini agak telat ya post nya , buat ini bulan desember kemarin saat my boy birthday 😘

Biasanya dia hanya minta cake chocolate tapi Kali ini requestnya rainbow cake, dan juga tidak meminta dipakaikan edible Karna sudah mengerti harga edible cukup mahal untuk kita , love you son 😘

Ini dia resepnya ..

Bahan :

8 Butir Telur

1 Sdt  SP ( emulsifier )

250 gram tepung terigu

100 gram susu bubuk putih

250 gram gula pasir

100 gram White cooking chocolate ( Dicairkan )

Garam & vanili secukupnya

300 gram margarine ( Di cairkan )

2 Sachet susu kental manis

½ sdt Baking powder

Pewarna makanan Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru dan Ungu

 

Pelengkap :

Whipcream bubuk, mixer sesuai petunjuk .

Keju parut,Dark cooking chocolate, Chaca & Oreo.

 

 

How To :

 

1.       Siapkan Loyang ( Saya pakai Loyang square 20×20) olesi dengan minyak goring, sisihkan.

2.       Cairkan margarine dan white cooking chocolate.

3.       Kocok telur, sp, vanili dan gula pasir hingga mengembang dan kaku

4.       Ayak tepung terigu , susu bubuk, Baking powder dan garam lalu

Masukkan ke dalam kocokan telur sedikit demi sedikit.

5.       Masukkan margarine dan white cooking chocolate yang sudah dicairkan

6.       Aduk rata hingga homogen lalu masukkan susu kental manis

7.       Bagi adonan 6 bagian sama rata masukkan masing2 pewarna aduk hingga warna merata

8.       Kukus masing2 adonan kurang lebih 10 -15 menit per warna

9.       Susun cake, tiap lapisnya di oles whipcream dan ditaburi keju parut susun hingga habis oles smua bagian cake dengan whipcream , hias dengan dark cooking chocolate yang telah dicairkan taburi chaca dan oreo,atau hias sesuai selera.

My Son Notes

image

Jakarta, 4 Oktober 2016

Notes ini dibuat saat saya berulang tahun bulan februari kemarin. Dengan linangan air Mata anak saya mencium dan memeluk saya seraya mendoakan yg terbaik untuk saya.
Saat itu kondisi saya masih menganggur dan tidak ada tabungan untuk membuatkan kue sekedar membuat hari itu menjadi lebih special, dia merasa sedih Karna di hari ulang tahun saya dia tidak bisa memberikan apapun, dia bilang : unda aku mau buatin unda pancake , saya tersenyum mendengarnya, saya bilang cukup doakan undanya sehat dan panjang umur namun ternyata jawaban saya membuatnya berlinang, gak lama jemputan sekolahnya datang dia langsung memeluk dan mencium saya seraya mendoakan saya.
Its precious for me.. More than a gift 🙂

Anak saya hatinya sensitif , besoknya dia demam dan tidak masuk sekolah, dan hari itu saya harus meninggalkan dia untuk menghadiri interview.
Pulang dari interview dia sudah membuatkan notes yg dia tempel dilemari pakaiannya 🙂 Isi notes nya : selamat ulang tahun Bunda semoga panjang umur dan sehat,tidak lupa dia juga menggambarkan smile di akhir kalimat.
Di notes selanjutnya dia menuliskan, terima kasih Bunda, Bunda sudah ngurusin aku Bunda baik.
Itu tulisan dari anak usia 6 tahun ,yg bentuk tulisannya masih kurang jelas tapi maknanya sangat jelas.
Love you son 😘😘